Breaking News
Loading...

Tentang Penulis, Reza Muslim Adiatma

"Aku Hanya Manusia biasa dari Milyaran manusia yang tercipta di dunia, mencoba melakukan hal yang bermanfaat dengan cara ku, agar kemudian bisa terlihat berbeda dari Milyaran manusia Lainnya"
Seorang Muslim, saat ini saya menekuni usaha Property Syariah, Internet Marketers dan Memiliki Usaha Travel di Jakarta
diantara cinta dan karunia Kaia Khalifah Azzamy &
Kaira Humaira Azzahra
,
Minggu, 09 Januari 2011


Assalamualaikum wr.wb,
Sahabat..
Jika engkau mau menyisihkan sedikit waktumu untuk membacanya,aku akan sangat menghargainya..
''Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu-bapaknya. Ibunya mengandungnya dengan susah-payah dan melahirkannya dengan susah¬ payah (pula) ..(Al-Ahqaf: 15).
“SI MATA SATU”
Aku hidup hanya bersama ibuku,ayahku meninggal sejak ku kecil,dan aku tak tahu kenapa.. Ibu adalah seorang tukang masak ..kalian tahu?? Aku sangat membenci ibuku,karena Ia hanya memiliki satu mata,hal ini sangat menggangguku,aku sangat malu..
Suatu hari..aku seperti biasa berangkat ke sekolah,belajar dan bermain bersama teman temanku,sesampainya di kelas,betapa kagetnya aku..ternyata buku dan tugas tugasku yang harusnya aku kumpulkan hari ini tertinggal dirumah,hampir aku pingsan setengah mati karena aku tahu guruku yang satu ini tidak akan segan segan untuk mempermalukanku di hadapan kelas. Tak lama ketika galau ini memenuhi kepalaku teman temanku memanggilku,mereka berkata bahwa ada yang mencariku,mereka berkata bahwa itu ibuku..ya..ibu,wanita itu kesekolahku
Betapa malunya aku,ini lebih memalukan daripada dihukum guruku,ibuku yang hanya memiliki satu mata datang hanya untuk memberikan tugasku yang tertinggal..tanpa berkata kata menahan malu,aku lari meninggalkannya dan pulang. Sesampainya dirumah aku langsung menghinanya sejadi jadinya “Ibu,Apakah engkau bermaksud membuatku malu!!,Aku malu..aku ingin mengubur diriku karena Malu,Kenapa engkau tak mati saja wahai Ibu!!!”. Ibu diam tanpa kata,aku melihat air mata jatuh dari matanya yang hanya satu.
Keesokan harinya aku benar benar malu,semua temanku mengejek ibuku,AKU MALU..sejak saat itu aku bertekad akan belajar giat,agar aku pintar dan memiliki kesempatan untuk belajar keluar negeri dan meninggalkan ibuku yang memalukan itu.
Waktu terus berjalan hingga sekarang aku seorang sarjana,aku kuliah di singapur aku juga sudah menikah dan memiliki anak yang lucu dan amat kusayangi. Suatu hari di Siang yang amat indah,ada yang mengetuk pintu rumahku,kemudian anakku berlari dan membukakannya,lalu anakku menangis,ia ketakuan..langsung saja aku berlari menghampirinya,tak disangka tamu dibalik pintu itu adalah wanita yang amat kukenali,wanita yang hanya memiliki satu mata,aku pun marah dan mengusirnya. Dengan langkah gontai akhirnya wanita tua itu pergi meninggalkanku dan rumahku.
Suatu saat aku mendapat tugas pekerjaan untuk pergi kedaerah terpencil,aku sangat mengenali daerah itu,karena ku tahu pasti,itu adalah tanah kelahiranku..kemudian aku menjalankan tugasku,ketika hampir seluruh tugas aku kerjakan,tiba tiba aku ingat akan wanita menyusahkan itu,dan aku bermaksud mengunjunginya,hingga langkahku mengantarkanku kedepan hunian yang sudah tak layak,aku sedikit bingung karena,seingatku ini adalah lokasi rumahku dulu,tetapi kenapa sekarang berubah seperti gubuk. Tiba tiba ada seseorang Nenek tua yang mendekatiku dan menggandengku serta menuntunku kerumahnya.
Tidak jauh berbeda dari gubuk tadi,rumah nenek peyot ini juga gubuk yang tak kalah jelek.ia bercerita dan baru saja ku ingat bahwa ia adalah tetanggaku dulu,kemudian ia berkata.. “Ibu mu telah meninggal nak,Ku Kubur ibumu di belakang rumahmu dulu,namun beberapa hari sebelum kematiannya,ia meninggalkan surat kepadaku untuk diserahkan kepada engkau”. Aku mendengarnya biasa saja,aku tak peduli dengan si Mata satu itu,lalu akhirnya aku menuju kuburan si mata satu itu.
Kemudian aku baru ingat akan titipan ibuku,yaitu surat..lalu aku membacanya..
“anakku..apakabarmu?? aku harap engkau baik baik saja..mungkin aku sudah tidak bisa melihat dan memelukmu lagi saat ini,.anakku aku ingin sedikit bercerita tentang dirimu..dahulu saat kau kecil,kau mengalami kecelakaan bersama ayahmu,.ayahmu meninggal dan kau terluka serta kehilangan satu matamu..sebagai ibu,aku tak sanggup melihatmu tumbuh dengan satu mata..karena itu aku berikan mataku ini kepadamu,agar kau dapat tumbuh tanpa malu terhadapa sekelilingmu”,juga maaf..aku pernah menakuti anakmu saat aku mencoba mencarimu,aku tidak tahu bahwa aku memiliki cucuk,.tapi aku senang aku bisa melihatmu sehat dan bahagia..
Anakku aku sangat mencintaimu,aku sangat senang kau dapat membaca surat ini dan aku sangat bangga kau dapat melihat dunia dengan mataku..sampaikan salamku kepada istrimu dan maafku kepada anakkmu..juga maafkan aku yang selalu membuatmu malu...
Dengan cinta—Ibumu
Sejenak nafasku terhenti,dadaku hancur dan tangisku tak terbendung lagi..aku amat menyesal...

Ingatkah kalian siapa wanita tegar yang mengandung dan membawa kalian kemanapun ia melangkah,ia tak mengeluh tak juga resah..wanita yang rela bangun ditengah malam,hanya untuk menenangkan tangismu..
Sahabat..
Dalam rangkaian kata yang kutulis kali ini,.Aku ingin mengingatkan diri dan sahabat sahabat sekalian,ini bukan karyaku aku hanya sedikit merubahnya namun,aku mengaguminya,aku fikir cerita ini amat bagus dan sangat relevan sekali untuk kita,sebagai bahan renungan atas kasih dan cinta seorang ibu yang tak pernah putus kepada kita,semoga dapat bermanfaat..

Rezamuslim
Wassalamualaikum.wr.wb

0 komentar:

Posting Komentar