Breaking News
Loading...

Tentang Penulis, Reza Muslim Adiatma

"Aku Hanya Manusia biasa dari Milyaran manusia yang tercipta di dunia, mencoba melakukan hal yang bermanfaat dengan cara ku, agar kemudian bisa terlihat berbeda dari Milyaran manusia Lainnya"
Seorang Muslim, saat ini saya menekuni usaha Property Syariah, Internet Marketers dan Memiliki Usaha Travel di Jakarta
diantara cinta dan karunia Kaia Khalifah Azzamy &
Kaira Humaira Azzahra
,
Senin, 30 Mei 2011


Diceritakan ada seorang pemuda yang sedang berputus asa karena hidupnya, ia merasa hidupnya sangat tidak beruntung.
Hari itu langkah gontai pemuda ini mengantarkannya ke sebuah saung dipepatang sawah, entah apa yang membawanya kesana, mungkin alunan angin dan hijaunya sawah itu. Didalam saung itu terlihat seorang kakek, tampaknya ia baru saja menghabisi santapan siangnya.
Tak lama ketika pemuda ini melihat ada kakek itu, lantas saja pemuda itu membalikkan badannya dan hendak mencari tempat pemberhentian lain. Namun , sebelum jauh ia melangkah, terdengar suara sang kakek memanggilnya dengan suara khas orang tua. Kakek itu memanggilnya dan melambaikan tangannya, memberi isyarat kepada pemuda itu untuk mampir menemaninya disaung kecil itu.
Sesampainya disaung itu, sang kakek bertanya,
“apa yang membuatmu terlihat begitu lusuh dan begitu lemas, nak?”
Pemuda itu terdiam sejenak dan menjawab “aku manusia paling tidak beruntung kek, masalahku begitu banyak”. Kakek itu terdiam dan tersenyum, tampaknya kakek ini tipikal orang yang tak banyak bicara. Kemudian kakek itu mengambil sesuatu dalam tas karungnya, ia mengambil garam segenggam dan maruhnya kedalam gelas berair kemudian mengaduknya.
Anak muda itu tampak bingung, belum sempat ia bertanya. Kakek itu menyuruhnya meminum air tersebut. Lantas saja pemuda itu meminumnya tanpa curiga dan kemudian memuntahkannya.
“pahit sekali air ini, maaf kek, aku tak mungkin menghabiskannya”
Sekejap setelah pemuda itu berkata demikian, kakek itu bangun dari duduknya dan mengajak pemuda itu menuju ke bukit disebelah.
Sesampainya dibukit itu, sang kakek mengajaknya ke sebuah telaga yang begitu jernih lagi luas.
Kemudian sang kakek, kali ini kakek melemparkan segenggam garam kedalam telaga itu, pemuda itu lantas bingung dan bertanya “apakah aku harus meminumnya lagi kek?. Kakek itu menatap pemuda itu sambil tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.
Pemuda itu meminunnya, dan meminumnya, kemudian berkata. “segar sekali air telaga ini”
Kakek itu tersenyum kembali dan berkata. . .
“wahai anak muda, ketahuilah. . . semua orang itu sama, semua memiliki masalah. . namun kita sebagai manusia yang berbeda dalam menyikapinya, ada manusia yang memiliki hati yang kecil dan sempit, dan sebagian memiliki hati yang luas.”
“kau lihat garam yang ku tuangkan kedalam gelas berair tadi ? kau rasakan begitu pahit. . sama halnya jika kita memiliki hati yang kecil,masalah apapun yang memasukinya terasa begitu besar, terasa begitu berat dan kenyataan terasa begitu buruk dan pahit.”
Kemudian. . kau lihat garam yang ku lemparkan kedalam telaga itu? Kau rasakan airnya, masih tetap segar bukan ? , sama halnya seperti hati yang luas, masalah apapun yang masuk terasa kecil, terasa ringan dan kenyataan tetap terasa indah dan manis.”
Setelah merenungi kata kata kakek itu, sekejap mata pemuda itu terlihat terbuka lebih lebar, pemuda itu terlihat lebih cerah dan bersemangat ,dan mengepalkan tangannya.

Sahabat. . . .
Lihat dan pahamilah cerita sederhana ini, semoga kita bisa melihat hikah dan memetik pelajaran dalam cerita ini.

0 komentar:

Posting Komentar