Breaking News
Loading...

Tentang Penulis, Reza Muslim Adiatma

"Aku Hanya Manusia biasa dari Milyaran manusia yang tercipta di dunia, mencoba melakukan hal yang bermanfaat dengan cara ku, agar kemudian bisa terlihat berbeda dari Milyaran manusia Lainnya"
Seorang Muslim, saat ini saya menekuni usaha Property Syariah, Internet Marketers dan Memiliki Usaha Travel di Jakarta
diantara cinta dan karunia Kaia Khalifah Azzamy &
Kaira Humaira Azzahra
,
Senin, 06 Juni 2011

Hari itu aku masih bekerja paruh waktu sebagai kordinator tim humas dalam salah satu acara bazaar buku tahunan yang diselenggarakan di Istora senayan - Jakarta . Hari itu hari jumat, aku bekerja di shift pagi, hingga aku bisa pulang pukul 3 petang, setelahku menyelesaikan kewajibanku kepada penciptaku, seperti biasa aku beranjak menuju kampus
Diperjalanan langit tampak begitu gelap,dan tepat ketika aku berada dijalan sudirman, hujan mengguyur jakarta begitu lebat, berhubung aku tidak membawa jas hujanku, aku merapat dibawah jembatan transjakarta.
Sesaat aku melihat disekitar tampak banyak penduduk Jakarta yang berlindung dari derasnya hujan, memang ternyata saat itu tepat pukul 17.00, waktu jam pulang kerja.
Kulihat seksama, ketika semua berlarian menuju tempat kering dan sebagian naik kendaraan umum. Ada sekelompok orang yang berlari ditengah derasnya hujan, mereka tampak riang dan gembira dengan kedatangan hujan itu, ketika semua berlari menghindari hujan, mereka justru menghampirinya. Ya mereka adalah bocah bocah ojek payung
Hujan makin deras menyerbu ibukota, hari semakin sore membuat suhu disekitar terasa lebih dingin dan menusuk, beruntung jaket double polar menyelimuti tubuhku,hingga dingin disekitar tak begitu terasa, sambil mendengarkan music lewat handphoneku, kuperhatikan bocah bocah yang berlari kesana kemari sambil menawarkan payungnya.
Sebagian dari mereka sepertinya baru berumur 7 sampai 9 tahun, tepat saat aku melihat pemandangan itu, tiba tiba musik yang ku putar secara random di handphone ku itu memutar sebuah lagu instrumental yang begitu sedih dan tak terasa mengetuk hatiku.
Lagu itu menghantarkan aku untuk sejenak merenungkan nasib bocah bocah pengojek payung itu. Dan hati ini begitu terasa teriris ketika salah satu bocah berbadan kecil lewat didepanku dengan tangan yang gemetar sambil memegang payungnya. Padahal aku yang berbadan besar dan dibalut jaket ini masih meraskan dinginnya sore itu, coba fikirkan apa yang bocah itu rasakan,
Sahabat tahukah engkau ?
Tangan kecil anak yang gemetar itu terus terbayang hingga aku menuliskan cerita ini. . . .
Mari renungkan sejenak, cari hikmah dibalik kisah ini.
InsyaALlah kelak kita juga akan menjumpai masa depan, kelak kita akan memiliki seorang anak. Dan seperti apakah nasib anak kita nanti??
Sahabat, jika kita tidak mempersiapkan masa depan mulai saat ini, mungkin kelak anak kita nanti harus merasakan hal yang sama seperti bocah ojek payung itu?

“jika aku tidak memikirkan masa depanku saat ini, mungkin kelak dimasa depan,aku akan mempertanyakan, apa yang sedang aku pikirkan saat ini”

Jakarta, 2 Rajab 1432
Rezamuslim

0 komentar:

Posting Komentar