Breaking News
Loading...

Tentang Penulis, Reza Muslim Adiatma

"Aku Hanya Manusia biasa dari Milyaran manusia yang tercipta di dunia, mencoba melakukan hal yang bermanfaat dengan cara ku, agar kemudian bisa terlihat berbeda dari Milyaran manusia Lainnya"
Seorang Muslim, saat ini saya menekuni usaha Property Syariah, Internet Marketers dan Memiliki Usaha Travel di Jakarta
diantara cinta dan karunia Kaia Khalifah Azzamy &
Kaira Humaira Azzahra
,
Rabu, 15 Oktober 2014

Budaya dan Kebiasaan Masyarakat Jepang yang harus Kita Ketahui

Jepang adalah Negara yang maju dengan teknologi super canggih, namun itu semua tidak membuat mereka lupa dan meninggalkan kebudayaan original mereka, berikut hal hal umum yang harus kita ketahui tentang Jepang

Pekerja Keras dan Profesional juga Ramah - Masyarakat jepang adalah masyarakat dengan etos kerja yang baik, mereka sangat professional dan bekerja dengan sangat baik, apapun pekerjaan mereka, mereka bangga, mereka cinta dan mereka professional, mereka akan mengeluarkan semua potensi mereka dalam bekerja dan satu lagi.. meraka sangat sangat ramah, anda boleh mencobanya jika anda penasaran, cobalah menegur dan mengucapkan “konichiwa” kepada orang jepang yang sedang bekerja seperti satpam, penjaga tiket kereta atau karyawan restoran, mereka pasti akan membalasnya sambil menundukan kepala mereka, atau jika anda didalam bus atau kereta, tawarkanlah tempat duduk anda kepada orang lain, mereka akan sangat menghargai dan mengucapkan terima kasih kepada anda.

Harga diri yang tinggi – Selain masyarakat Jepang memiliki Etos kerja yang baik, mereka juga orang orang yang memiliki harga diri yang tinggi, mereka sangat menjaga kehormatan mereka, seperti para samurai di zaman perang mereka, mereka lebih memilih bunuh diri (kamikaze/hara-kiri) ketika mereka sekarat daripada harus terbunuh oleh musuhnya, bahkan banyak para samurai yang mati terbunuh dengan posisi berdiri – melambangkan sosok kegagah beraniannya, dan hal hal itu diwarisi sampai saat ini, mereka akan sangat malu jika tidak bisa menyelesaikan sesuatu dengan baik, atau jika pemerintah membuat sesuatu yang berdampak buruk bagi rakyatnya, maka dengan malu dia pasti mengundurkan diri atau bahkan bunuh diri, karena mungkin sudah merasa tidak terhormat.

Mandiri dan Independent – Orang Jepang sangat mandiri, dan pendidikan mandiri ini di mulai sejak mereka masih duduk di sekolah dasar, mereka tidak menggunakan jemputan sebagaimana orang orang di Negara berkembang, mereka dipaksa untuk jalan sendiri ke sekolah meski harus berjalan kaki atau naik kendaraan umum (tentu karena disana sangat Aman – kalau di Indonesia mungkin bisa di culik hhe) perhatikan jika anda berlibur di jepang saat hari kerja, pasti anda akan sering menemukan anak anak sekolah seperti Chibi Maruko Chan di jalan (Topi kuning, tas hitam dan badan yang kecil – anak SD). Dan salah satu bentuk kemandirian lainnya adalah jika anda berada di Fast Food restaurant seperti Mc.D atau Starbuck atau bahkan food court perhatikanlah orang orang jepang ini, setelah usai mereka makan/minum/nongkrong mereka pasti akan membereskan sampah dan meja mereka, mereka akan membuang gelas plastic juga piring kotor dan menaruh kembali nampan ke tempat yang di sediakan. Selain itu bentuk kemandirian mereka yang wajib anda ketahui adalah ketika mengambil foto Mereka  akan lebih memilih Selfie, daripada minta di ambilkan foto oleh orang lain, karena itu.. saat anda berada di Jepang hindarilah meminta orang Jepang untuk mengambilkan anda foto, karena itu dianggap perbuatan yang tidak mandiri dan menyusahkan orang lain.

Saling Menghargai – Sekalipun Jepang memiliki budaya etos kerja, harga diri, mandiri dan independent yang baik, Jepang adalah Negara Negara dengan kasus kematian bunuh diri paling tinggi di dunia. Namun perlu anda ketahui bahwa Masyarakat Jepang memiliki tenggang rasa yang tinggi, mereka tidak pernah membicarakan kenapa si A mati bunuh diri atau kenapa si B mati bunuh diri, mereka berpendapat bahwa kita tidak pantas mengomentari mereka karena kita tidak pernah tau seberapa besar dan berat masalah yang mereka hadapi, sampai akhirnya mereka bunuh diri. Lihatlah bagaimana mereka sangat menghargai urusan orang lain, kemudian juga ketahuilah bahwa masyarakat disana tidak suka menggunjing atau mengomentari sesuatu yang bukan urusan mereka, atau sesuatu yang bukan keahliannya, orang Jepang akan sangat berhati hati dalam mengeluarkan pendapat. Mereka tidak akan mengomentari kedokteran jika mereka tidak paham tentang kedokteran, mereka tidak akan mengomentari bisnis orang lain jika mereka tidak paham tentang bisnis tersebut. Dan ini lah cerminan mental orang orang di negara maju, yang harus kita tiru agar kita tidak menggemari kebiasaan buruk orang Indonesia yang suka menggunjing dan mengomentari sesuatu yang bukan urusan mereka dan bukan bidang mereka, orang orang yang sok tahu dan sok pintar !


Seimbang dan Suka Berlibur - Jepang Negara 4 musim, dan di tiap musim tentu ada liburannya, apalagi musim panas yang terkenal dengan liburan yang cukup panjang, nah Masyarakat Jepang yang cenderung Pekerja Keras, Profesional ini sebenanrnya sangat menjaga keseimbangan, mereka yang usai bekerja keras pasti senang memberikan penghargaan kepada dirinya seperti berendam di onsen atau berlibur, ini adalah salah satu tindakan penyeimbang mereka. terbukti bahwa di Jepang banyak sekali Theme Park, dan Theme Park ini selalu penuh, bukan oleh turis asing melainkan oleh Orang orang Jepang Sendiri, begitu juga dengan Aquarium Park dll, 

Tata Cara – Kebiasaan melakukan Sesuatu di Jepang
ONSEN – Onsen adalah tempat pemandian air panas di Jepang, Masyarakat Jepang senang sekali berendam di air panas setelah mereka seharian bekerja, Pemandian air panas ini sebagian di campur antara laki laki dan wanita , namun kebanyakan terpisah. Jika anda ingin merasakan bagaiman menjadi Orang Jepang, maka anda harus mencoba Onsen ! nah berikut aturan dan tata cara jika anda ingin ber Onsen Ria :
  1. Anda Dilarang menggunakan Busana apapun selama di Onsen, anda harus ber Telanjang Bulat untuk memasukinya, dan ini berlaku bagi Pria dan Wanita di Onsen yang di campur atau di pisah, pasti anda akan risih, tentu saya juga sangat risih hehe tetapi disana didalam onsen percayalah bahwa tidak ada satupun orang jepang yang akan melihat dan memperhatikan anda, karena hal itu dianggap tidak sopan, mereka akan sibuk dengan diri mereka sendiri.
  2. Jika anda ingin berendam di Onsen, anda wajib membersihkan diri anda dahulu di tempat yang di sediakan, anda harus mandi dulu dan membersihkan badan anda menggunakan sabun sebelum memasuki kolam air panas Onsen
  3. Setelah anda ber Onsen, sebagian onsen juga menyediakan Sauna, jika anda ingin mencobanya silahkan masukilah Sauna dan nikmatilah, biasanya di dekat sauna ada kolam yang khusus di isi air dingin yang suhunya 15-17® , nah.. setelah anda usai bersauna langsung masuklah ke dalam kolam air dingin tersebut ! dan rasakan sensasinya hehehe
MEMASUKI KUIL -  Seperti yang saya jelaskan di artikel artikel lain bahwa Jepang memiliki banyak sekali kuil, dan anda harus tahu apa yang dilakukan orang jepang ketika memasuki kuil

  1. Sebelum memasuki kuil, kuil manapun pasti menyediakan kolam dan kucuran air – mereka menyebutnya Holy water, sebelum memasuki kuil mereka akan membershikan tangan mereka dan berkumur kumur dengan air tersebut dengan wadah yang disediakan. (lakukanlah hal ini untuk menghargai mereka)
  2. Di sebagian kuil menyediakan kertas dupa dan tempat untuk membakarnya, biasanya sebagian orang jepang membeli kertas dupa tersebut dan menaruhnya di pembakaran, asap dari pembakaran tersebut mereka usap usapkan ketubuh mereka
  3. Ketika anda memasuki kuil anda pasti melihat semcam kotak amal, dan ini memang benar kota amal hehe.. biasanya orang Jepang akan melemparkan uang mereka ke kotak itu lalu menepuk tangannya 2 kali dan berdoa menghadap dewa dewa mereka
  4. Didalam kuil anda juga akan menemukan kota berisi kayu kayu, didalam kayu tersebut ada nomor, dan di hadapan kotak itu biasanya ada lemari dengan banyak laci kecil dengan nomor,didalam laci itu ada nasihat dan petuah juga ramalan. Sebagian masyarakat Jepang masih menggunakan hal ini, mereka mengocok kotak kayu dan mengambil nomor, lalu mereka membaca ramalan berdasarkan nomor laci yang sama, usai itu mereka akan mengikatkan ramalan itu di tempat yang sudah di sediakan, tempat itu bentuknya seperti jemuran mini hehe..

6 komentar:

  1. Balasan
    1. Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Mbah Rawa Gumpala dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Mbah Rawa Gumpala bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di no 085-316-106-111 rasa senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya menulis pesan ini biar semua orang tau,ini sebuah kisa nyata dari saya dan tidak ada rekayasa sedikit pun yang saya tulis ini,sekali lagi terimah kasih banyak ya Mbah dan insya allah suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Mbah untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu Sartika dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah disini ��Pesugihan Putih Tanpa Tumbal��

      Hapus
  2. hha bawaan blognya rul, tp sekarang blog ane hidup banyak pengunjungnya dibanding dulu

    BalasHapus
  3. artikel yang menarik , terimakasih .

    BalasHapus
  4. budaya dan kebiasaan orang jepang memang sangat unik sekali ya

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus